Categories
Berita

Smartphone Xiaomi Belum Muncul Di Pasaran

Smartphone Xiaomi Belum Muncul Di Pasaran

Kami sempat penasaran dengan beberapa tablet dan smartphone yang mulai dibicarakan, seperti Xiaomi, Vivo, Advan T1Z Signature dan Andromax G2 Touch Qwerty. Sayangnya, penelusuran kami dari toko-toko di semua lantai tak juga menemukan informasi sedikitpun tentangnya. “Smartphone Xiaomi kan belum masuk barang resminya ke indonesia, paling ada sedikit yang masuk barang BM. Tapi saya nggak berani pegang barang BM gitu,” ujar seorang pedagang di lantai 1. Stand khusus smartfren juga tak memiliki informasi tentang bakal kehadiran Andromax G2 Touch Qwerty yang sudah ramai dipromosikan itu.

Sumber : Gigapurbalingga

Sementara Vivo yang sudah berpromosi setelah Lebaran, menjanjikan barang sudah bisa didapatkan akhir Agustus ini. Ada tiga tipe yang dihadirkan, Vivo X3S (Octa core 1,7 GHz), Y22 (Quad Core 1,3 GHz) dan Y15 (Quad Core 1,3 GHz). Harganya sangat bersaing mengingat kualitas desain dan speknya, yaitu Vivo X3S Rp4,99 juta, Y22 Rp2,5 juta dan Y15 Rp1,8 juta. Smartphone yang beberapa bulan lalu sempat sulit dicari, Asus Zenfone 4, 5, dan 6, kini begitu mudah didapatkan. Harganya cukup bersahabat, meskipun memang naik dari rencana penjualan awalnya. Di toko BB Spot lantai dasar, Asus dinyatakan ready stock dengan harga Rp1,4 juta (Zenfone 4), Rp2,4 juta (Zenfone 5), dan Rp3,4 juta (Zenfone 6). Dikatakan seorang pedagang, Asus Zenfone termasuk bernasib baik karena barangnya lama tak tersedia, tapi harganya masih tinggi.

Aksesori Android Marak

Larisnya perangkat Android menarik minat penyedia aksesori, terutama untuk melindungi perangkat Android yang hampir semuanya berlayar besar. Ya, casing menjadi pilihan untuk melindungi Android sekaligus bergaya. Dengan aneka pilihan bahan, mulai dari yang lembut dan elegan hingga yang bahan kasar yang murah meriah, semua tersedia. Di toko Manggala aksesori misalnya yang berlokasi di lantai 2, dikatakan penjaga tokonya kalau yang laris memang soft case, juga yang berjenis silikon. Pajangan berikutnya yang lengkap adalah anti-gores baik yang berjenis spy atau anti glare. Di toko Dragon lantai 2, berderet anti gores untuk banyak sekali tipe ponsel yang sudah dinamai sesuai tipe ponselnya. Untuk aksesori in, beruntungnya mereka yang memiliki perangkat dari merek atau tipe yang laris manis, seperti Samsung, Lenovo atau Advan, karena umumnya tersedia untuk banyak tipe. Lain halnya saat SINYAL mencari untuk merek LG, terasa agak sulit.

Categories
Berita

Berburu Properti di Australia

Warganegara Indonesia menjadi pembeli terbesar kedua setelah Tiongkok. Selain sebagai instrumen investasi jangka panjang, kebanyakan warga Indonesia membeli properti di Australia untuk kepentingan studi, disewakan, atau untuk tinggal ketika berkunjung. Kestabilan politik/ekonomi dan kepastian investasi di negeri benua tersebut menjadi daya tarik paling utama. Salah Satu pengembang properti di Australia yang cukup ekspansif adalah Crown International Holdings Group (CIHG). Didirikan oleh 2 orang asal Indonesia, Iwan Sunito dan Paul Sathio, CIHG yang berbasis di Sydney kini tidak hanya berfokus pada pengembangan hunian di kawasan pusat kota Sydney, North Sydney, Waterloo, tetapi juga di kawasan satelit baru seperti Paramatta. Bahkan juga di Melbourne dan Brisbane. Iwan Sunito, Chief Executive Officer CIHG, bahkan sudah berencana merambah wilayah lebih global di luar Australia, seperti Tiongkok, Thailand, dan Indonesia.

Dalam 3 tahun ke depan, portofolio proyek properti CIHG sebagian besar banyak berada di Australia, Sydney khususnya. Salah satunya adalah Green Square, sebuah hotel dengan desain unik dan diharapkan dapat menjadi landmark baru setelah Opera House. lokasi dan Desain Premium Proyek-proyek hunian vertikal CIHG, sebagian besar adalah hunian premium yang menawarkan pendekatan berbeda dibandingkan developer properti lain. V by Crown di Paramatta misalnya. Paramatta adalah kawasan baru di barat Sydney. Pemerintah Sydney berencana untuk memindahkan pusat pemerintahan dari area yang padat di Sydney CBD ke kawasan ini, dan sekarang sudah ada beberapa kantor pemerintah yang beroperasi di sini. Jarak dari pusat kota Sydney kurang dari 25 km. Lokasi proyek V by Crown tepat di jalan utama dan jantung kota baru Paramatta. Ia juga dikelilingi oleh perkantoran seperti Bank Commonwealth, kantor imigrasi dan pajak, atau markas kepolisian. Di situ semula terdapat situs arkeologi bersejarah. Setelah berhasil meyakinkan pemerintah setempat bahwa situs akan tetap terpelihara dan bahkan bisa menjadi daya tarik wisatawan, Crown saat ini tengah membangun hunian vertikal premium 27 lantai yang didesain oleh biro arsitek Allen Jack + Cottier bersama-sama dengan arsitek Australia keturunan Jepang, Koichi Takada. Jika proyek ini selesai, unsur modern dari sisi desain yang mewakili desain futuristik, situs arkeologi yang tetap terjaga di lobi bangunan, serta kehidupan sehari-hari sebuah kota, akan hadir di sini.

Dalam bahasa Iwan Sunito, V by Crown adalah sebuah pertemuan antara masa lalu, masa kini, dan masa depan. Prisca Edwards, Head of Major Client Transactions Australasian Region CIHG, menjelaskan bagaimana Koichi sangat jeli dan cermat dalam detail-detal desain apartemen, pintar memanfaatkan ruangruang untuk storage, dan memperhatikan aspek kenyamanan tinggal di apartemen dengan segala aktivitasnya. Bagaimana Koichi menempatkan keran di kamar mandi, merancang storage di dapur, semuanya cermat, dan ia bisa menjelaskan mengapa desainnya seperti ini dan apa tujuannya. Selain menawarkan V by Crown di Paramatta, CIHG juga mengembangkan apartemen di atas bangunan komersial di Top Ryde City yang disebut Viva by Crown. Ini adalah salah satu pusat perbelanjaan terbaru dan terbesar di kawasan North Sydney. Di sini, CIHG menawarkan suatu konsep hunian yang dilengkapi dengan fasilitas komplet mulai dari perpustakaan digital, club house, mini theater, dan taman terbuka di atas kompleks pertokoan. Viva by Crown lokasinya tidak jauh dari Stadion Olimpiade Sydney, beberapa kampus terkemuka di Sydney, serta pantai-pantai di kawasan utara kota. untuk investasi dan hunian Salah satu alasan banyak orang Indonesia mencari dan memiliki aset properti di Australia, khususnya Sydney, adalah besarnya capital gain yang didapat dari investasi properti. Di Sydney, capital gain atau kenaikan nilai investasi properti bisa mencapai kisaran 10-15%, sedangkan di kota lain seperti Melbourne hanya di kisaran 8-9%.

Di Sydney sendiri, kebutuhan akan hunian belum bisa tercukupi sepenuhnya dengan pasokan yang ditawarkan oleh para pengembang. Kekurangan suplai atau sering disebut backlog mencapai sekitar 50 ribu unit setiap tahunnya. Bisa dibayangkan bagaimana menggiurkannya investasi properti di kota ini. Selain sebagai instrumen investasi, banyaknya perguruan tinggi berkualitas baik dan termasuk dalam perguruan tinggi papan atas dunia juga mendorong para warga dari seluruh penjuru dunia ramai-ramai berburu properti di Australia. Oh ya properti di australia ternyata sudah dibekali genset lho. Genset tersebut di supply dari supplier jual genset jakarta yang paling lengkap yakni PT Rajawali

Categories
Berita

Elsa Optimistis Bertarung di Asian Para Games

PALEMBANG – Selepas pergelaran Asian Games 2018, saat ini para atlet sedang bersiap menghadapi Asian Para Games yang akan berlangsung mulai 6 Oktober mendatang. Tak mau ketinggalan, Elsa Maris, atlet boling nasional asal Kota Palembang, juga menempa diri untuk turut serta mengharumkan nama bangsa. Selain ikut menjalani pemusatan latihan di Kota Solo, Jawa Tengah, Elsa punya modal kuat setelah memetik prestasi saat mengikuti uji coba di berbagai turnamen tingkat nasional maupun internasional. Terakhir, ia memboyong empat medali emas dalam kejuaraan World Para Bowling Tour 2018 di Sarawak, Kuching, Malaysia. Elsa mengatakan keberhasilan tersebut diharapkan bisa berlanjut dalam Asian Para Games nanti. Untuk itulah dia memanfaatkan waktu yang tersisa ini untuk mengasah keterampilannya agar tampil maksimal.

“Iya, waktu itu di Kuching saya dapat empat emas,” kata Elsa Maris, kemarin. Elsa, yang dihubungi melalui saudara kandungnya, Omar Davis, menuturkan ia berhasil menjadi yang terbaik dalam kejuaraan yang berlangsung pada akhir Juli lalu. Dia meraih emas di nomor tunggal putri, ganda campuran, dan ganda putri. Dalam kejuaraan itu, dia menyisihkan peboling terbaik dari sejumlah negara, di antaranya atlet dari Korea Selatan, Hong Kong, Malaysia, Jepang, Cina Taipei, India, Filipina, Thailand, dan Singapura. Kesuksesan ini tak terlepas dari persiapannya yang matang sejak Januari lalu. “Semoga ini jadi bekal untuk merebut medali emas di Asian Para Games,” kata Elsa. Sementara itu, Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin mengatakan banyak tersedia bibit atlet dari berbagai cabang olahraga, termasuk boling, di Sumatera Selatan.

Apalagi saat ini di kawasan Jakabaring Sport City terdapat venue boling terbaik di tingkat Asia. Dengan demikian, fasilitas tersebut bisa dimanfaatkan oleh para atlet sebaik mungkin untuk mengasah kemampuan. Keyakinannya itu juga ditopang oleh kepengurusan Persatuan Boling Indonesia Sumatera Selatan yang berkomitmen mengembangkan boling hingga kabupaten dan kota. “Manfaatkan venue ini karena dari sini akan bermunculan atlet berkelas dunia,” kata Alex

Categories
Berita

ANGGARAN BERFOKUS KE CABANG OLIMPIADE

Pencapaian para atlet Asian Games 2018 akan dievaluasi untuk persiapan menghadapi Olimpiade 2020 di Tokyo, Jepang. Dari 31 medali emas yang diraup kontingen Indonesia di Asian Games 2018, ada sembilan medali emas yang datang dari cabang olahraga yang akan digelar dalam Olimpiade nanti. Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi mengatakan pemerintah akan berfokus menyiapkan cabang-cabang olahraga yang akan dipertandingkan di Olimpiade musim panas 2020 di Tokyo, Jepang. Dengan berfokus pada cabang yang berjaya dan dimainkan di Olimpiade, maka anggaran yang akan dikeluarkan akan lebih fokus dan efisien. Adapun medali emas Asian Games 2018 yang berpotensi bisa ditingkatkan di Olimpiade adalah angkat besi, dayung, karate, dan tenis, serta masing-masing dua emas dari bulu tangkis serta tiga emas dari panjat tebing. “Jadi akan ada evaluasi dari Asian Games 2018, perolehan medali mana saja yang belum sesuai dengan target, sehingga akan ada konsekuensi yang diemban bersama-sama,” tutur Imam, Senin lalu. Salah satu terobosan yang akan dilakukan pemerintah untuk menghadapi Olimpiade, menurut Imam, adalah mengirim para atlet yang berpotensi ke Olimpiade 2020 dengan menjalani pemusatan latihan dan berbagai laga uji coba di luar negeri. Menurut dia, para atlet akan lebih lama berada di luar negeri daripada di Tanah Air. “Ini kebijakan baru.

Bila perlu, atlet yang disiapkan ke Olimpiade tidak akan pulang ke Indonesia.” Dengan berada di luar negeri, menurut Imam, diharapkan para atlet akan semakin termotivasi untuk melampaui prestasi juara-juara dunia, sehingga terpacu meningkatkan kemampuan demi meraih pencapaian tertinggi di Olimpiade. Pertandingan demi pertandingan yang akan dilewati juga diharapkan memperkuat mental bertanding para atlet Indonesia. “Tentunya rencana ini akan berbuntut pada anggaran. Jadi nanti akan ada peraturan menteri terkait dengan penganggaran persiapan menuju Olimpiade, termasuk untuk pembinaan atlet muda dan peningkatan mutu pelatih serta juri agar sesuai dengan standar internasional,” kata Imam. Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani mengatakan momen keberhasilan Asian Games 2018 harus terus dijaga melalui pembibitan atlet muda di daerah. “Semua cabang olahraga sudah kami minta mempersiapkan bibit unggul baru untuk event internasional lainnya,” ujar Puan, Senin lalu. Saat ini lebih banyak dana untuk cabang olahraga diberikan kepada mereka yang telah menjadi atlet elite dunia. Padahal, menurut dia, di taraf internasional, umur produktif atlet Indonesia tak akan bertahan lama sehingga diperlukan persiapan pelapis Ada sembilan cabang potensial di Olimpiade 2020.

lai saat ini. “Sejak kecil harus dilakukan pencarian bakat yang kuat di olahraga tertentu,” kata dia. Adapun tim panjat dinding yang sukses menyumbang tiga medali emas, dua perak, dan satu perunggu akan kembali mempersiapkan diri untuk menghadapi Olimpiade 2020. Manajer tim panjat dinding, Sapto Hardiono, mengatakan para atlet akan mengikuti sejumlah kejuaraan, baik di dalam negeri maupun luar negeri, mulai tahun depan. “Khusus anak-anak yang masih muda-muda ini akan kami siapkan sebaik mungkin.”

Categories
Berita

Elipson Planet LW Bridge System – Elipson Membangun Bridge Dalam Standar Tinggi

Elipson Planet LW Bridge System – Elipson Membangun Bridge Dalam Standar Tinggi


Kami menyukai paket Epson ini, konstruksinya cantik, sebagian besar nirkabel, dan bersuara cukup bagus. Dan kami juga tak bisa meluputkan penampilannya yang unik. Meski Anda mungkin tidak mengincar penampilan speaker, tapi setidaknya perubahan dari speaker yang biasanya berbentuk kotak kayu ini disambut baik. Speaker slam dunk Di jantung paket ini terdapat speaker Planet LW. Speaker ini seukuran bola basket dan tersedia dalam warna hitam, putih, atau merah mengilat. Jangan khawatir speaker bakal menggelinding, karena Elipson menyeertakan cincin logam yang terkesan cerdas sebagai alasnya.

Sumber : Wa Web

Speaker ini menggunakan dua coaxial driver yang terdiri atas 16,5 midbass driver (dipasangi dengan port rear firing) dan dome tweeter kain. Di setiap penutupnya ada dua modul amp 50 Watt, satu untuk setiap unit drive, sehingga speaker ini benar-benar bertipe active, bukan hanya powered. Modul amplifier-nya merupakan desain ICEpower populer yang dikembangkan oleh Bang & Olufsen. Salah satu nilai jual terbesar dari Planet LW adalah speaker ini nirkabel, dengan koneksi yang beroperasi pada 16 bit441,1 kHz. Seperti biasa, wireless bukan berarti tidak ada kabel sama sekali, karena masih diperlukan kabel listrik untuk disambungkan ke masingmasing speaker.

Dengan salah satu transmitter dongle yang dibawakan (satu USB dan yang lain versi Apple 30 pin), Anda bisa langsung menyambungkan speaker. LW kiri menjadi speaker utama. Planet suara Elipson Audio Bridge menambahkan koneksi Bluetooth aptX, optical, dan analog. Sumber-sumber ini terkoneksi ke Bridge dan akan tersambung ke speaker Planet LW secara nirkabel. Speaker tidak akan bekerja dengan Bridge dan dongle secara bersamaan, hanya bergantian. Proses set-up sistem mudah. Cukup dengan mengkoneksikan sambungan nirkabelnya, dan Anda siap menikmatinya. Hanya dalam beberapa menit kami bisa mendengarkan musik.

Kami mulai dengan Audio Bridge pada set-up, menggunakan streamer NDS555PS referensi kami sebagai sumber analog. Hasilnya bagus, tapi tidak menakjubkan. Kami mendengarkan From Finner dari Monsters and Men dan senang dengan presentasinya secara keseluruhan, yang cukup seimbang di seluruh rentang frekuensi. Bassnya mantap dan erat, memberi pondasi bagus untuk rentang frekuensi lainnya.

Unit drive speaker terintegrasi dengan baik dan ada kombinasi stabilitas dan kendali yang akan sulit ditangani kebanyakan passive speaker alternatif dengan lebih baik. Input analognya tidak memuaskan, seperti yang ditunjukkan ke berganti ke optical dan Bluetooth. Masalahnya memang tidak lantas hilang dengan koneksi digital, tapi jelas lebih baik, cukup bagi kami untuk bersenang-senang mendengarkan beragam musik, mulai dari Outkast sampai Elvis.

Categories
Berita

IHSG Menguat pada Awal Pekan di Tengah Corona

IHSG Menguat pada Awal Pekan di Tengah Corona – Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) menguat di awal pekan. Pada pukul 10.00 WIB, Senin (6/8), IHSG menanjak 0,79% ke posisi 6.055,19. Sedangkan kurs rupiah juga menguat tipis ke level Rp 14.484 per dolar AS. Sepanjang pekan ini, analis memperkirakan IHSG bergerak di level 5.840-6.123, dengan kecenderungan menguat. Para investor menunggu beberapa rilis data ekonomi, terutama pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) yang bakal diumumkan Badan Pusat Statistik Senin siang ini. Vice President Research I n d o s u r y a S e k u r i t a s William Surya Wijaya menjelaskan, IHSG berpotensi menguat, namun masih ada risiko beberapa investor mengalihkan dana investasi seiring laporan keuangan emiten yang diliris pekan ini. “Beberapa sektor cukup menarik untuk diperhatikan pekan ini, seperti infrastruktur telekomunikasi, meski kenaikannya tidak akan terj a d i s e c a r a s p o n t a n .

Kebutuhan telekomunikasi pada beberapa kegiatan – seperti Asian Games, dilanj u t k a n p e r t e m u a n International Monetary Fund (IMF) dan Bank Dunia – akan mendukung sektor ini. Tiga ajang internasional tersebut diperkirakan dapat menarik hingga 15.000 pendatang,” ujarnya di Jakarta, akhir pekan lalu. Selain itu, ada kebutuhan masyarakat terhadap media sosial menjelang pemilihan calon presiden. Banyak orang akan menyampaikan pendalaman figur calon-calon presiden, sehingga meningkatkan kebutuhan telekomunikasi. “Hasilnya akan terlihat setelah kuartal III dan kuartal IV-2018, sehingga sektor ini menarik dikoleksi dalam jangka panjang. Kalau dilihat dari sisi mingguan, prospeknya baik dalam dua pekan mendatang terutama untuk saham TLKM, EXCL, dan ISAT,” paparnya. Secara kinerja, lanjut dia, saat ini emiten telekomunikasi memang mengalami penurunan, namun investor bisa melihat prospeknya yang bagus dalam beberapa tahun mendatang. Apalagi, dari sisi demografis, ada pertumbuhan penduduk usia produktif di Tanah Air, yang berpotensi meningkatkan kebutuhan telekomunikasi. “Dari emiten yang mungkin cukup memberikan pengaruh, ya seperti rilis sebelumnya profit Telkom turun, namun hanya turun sedikit, bukan rugi. Tapi, direspons investor (berlebihan) sehingga harga saham turun lebih dari 12% pekan lalu. Telkom ini memiliki kapitalisasi pasar cukup besar (sekitar Rp 348,77 triliun) untuk menjadi pemberat IHSG,” paparnya di Jakarta, akhir pekan lalu. Apresiasi Di sisi lain, masih ada harapan terjadi apresiasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Pasalnya, pada dasarnya dolar AS kini tidak terlalu mengalami penguatan terhadap mata uang lain. “Pekan lalu, secara umum pasar mencatatkan aksi beli, meskipun terdapat sejumlah aksi jual dari investor asing. Nilai tukar rupiah juga sudah ada arah potensi menguat, hanya belum terlihat. Adapun pekan ini, ada sejumlah data yang akan diliris, antara lain data PDB Indonesia di awal pekan ini yang diperkirakan meningkat,” ujar William.

Sementara itu, rilis consumer confidence index tidak jauh berbeda dengan data sebelumnya, demikian pula cadangan devisa juga tidak banyak berubah karena rupiah dinilai masih cukup stabil. “Retail sales berpotensi mengalami penurunan pascakonsumsi Lebaran, sedangkan property index dan current account deficit akan segera dirilis. Tergantung rilis, tapi kalau semua kondisi cukup terkendali, maka akan cukup positif dan lebih stabil menopang IHSG,” papar William. Sementara capital inflow belum signifikan, lanjut dia, kenaikan IHSG juga b e l u m s i g n i f i k a n . Sedangkan sektor barang konsumsi diharapkan mendapat pertumbuhan tambahan dengan memanfaatkan momen banyaknya pengunjung ke Indonesia. “Meskipun sesaat, diharapkan cukup membantu pertumbuhan sektor konsumsi dan mengapresiasi rupiah. Beberapa saham yang menarik adalah MYOR, INDF, KLBF, HMSP, dan UNVR,” ucapnya.