Categories
Berita

Berburu Properti di Australia

Warganegara Indonesia menjadi pembeli terbesar kedua setelah Tiongkok. Selain sebagai instrumen investasi jangka panjang, kebanyakan warga Indonesia membeli properti di Australia untuk kepentingan studi, disewakan, atau untuk tinggal ketika berkunjung. Kestabilan politik/ekonomi dan kepastian investasi di negeri benua tersebut menjadi daya tarik paling utama. Salah Satu pengembang properti di Australia yang cukup ekspansif adalah Crown International Holdings Group (CIHG). Didirikan oleh 2 orang asal Indonesia, Iwan Sunito dan Paul Sathio, CIHG yang berbasis di Sydney kini tidak hanya berfokus pada pengembangan hunian di kawasan pusat kota Sydney, North Sydney, Waterloo, tetapi juga di kawasan satelit baru seperti Paramatta. Bahkan juga di Melbourne dan Brisbane. Iwan Sunito, Chief Executive Officer CIHG, bahkan sudah berencana merambah wilayah lebih global di luar Australia, seperti Tiongkok, Thailand, dan Indonesia.

Dalam 3 tahun ke depan, portofolio proyek properti CIHG sebagian besar banyak berada di Australia, Sydney khususnya. Salah satunya adalah Green Square, sebuah hotel dengan desain unik dan diharapkan dapat menjadi landmark baru setelah Opera House. lokasi dan Desain Premium Proyek-proyek hunian vertikal CIHG, sebagian besar adalah hunian premium yang menawarkan pendekatan berbeda dibandingkan developer properti lain. V by Crown di Paramatta misalnya. Paramatta adalah kawasan baru di barat Sydney. Pemerintah Sydney berencana untuk memindahkan pusat pemerintahan dari area yang padat di Sydney CBD ke kawasan ini, dan sekarang sudah ada beberapa kantor pemerintah yang beroperasi di sini. Jarak dari pusat kota Sydney kurang dari 25 km. Lokasi proyek V by Crown tepat di jalan utama dan jantung kota baru Paramatta. Ia juga dikelilingi oleh perkantoran seperti Bank Commonwealth, kantor imigrasi dan pajak, atau markas kepolisian. Di situ semula terdapat situs arkeologi bersejarah. Setelah berhasil meyakinkan pemerintah setempat bahwa situs akan tetap terpelihara dan bahkan bisa menjadi daya tarik wisatawan, Crown saat ini tengah membangun hunian vertikal premium 27 lantai yang didesain oleh biro arsitek Allen Jack + Cottier bersama-sama dengan arsitek Australia keturunan Jepang, Koichi Takada. Jika proyek ini selesai, unsur modern dari sisi desain yang mewakili desain futuristik, situs arkeologi yang tetap terjaga di lobi bangunan, serta kehidupan sehari-hari sebuah kota, akan hadir di sini.

Dalam bahasa Iwan Sunito, V by Crown adalah sebuah pertemuan antara masa lalu, masa kini, dan masa depan. Prisca Edwards, Head of Major Client Transactions Australasian Region CIHG, menjelaskan bagaimana Koichi sangat jeli dan cermat dalam detail-detal desain apartemen, pintar memanfaatkan ruangruang untuk storage, dan memperhatikan aspek kenyamanan tinggal di apartemen dengan segala aktivitasnya. Bagaimana Koichi menempatkan keran di kamar mandi, merancang storage di dapur, semuanya cermat, dan ia bisa menjelaskan mengapa desainnya seperti ini dan apa tujuannya. Selain menawarkan V by Crown di Paramatta, CIHG juga mengembangkan apartemen di atas bangunan komersial di Top Ryde City yang disebut Viva by Crown. Ini adalah salah satu pusat perbelanjaan terbaru dan terbesar di kawasan North Sydney. Di sini, CIHG menawarkan suatu konsep hunian yang dilengkapi dengan fasilitas komplet mulai dari perpustakaan digital, club house, mini theater, dan taman terbuka di atas kompleks pertokoan. Viva by Crown lokasinya tidak jauh dari Stadion Olimpiade Sydney, beberapa kampus terkemuka di Sydney, serta pantai-pantai di kawasan utara kota. untuk investasi dan hunian Salah satu alasan banyak orang Indonesia mencari dan memiliki aset properti di Australia, khususnya Sydney, adalah besarnya capital gain yang didapat dari investasi properti. Di Sydney, capital gain atau kenaikan nilai investasi properti bisa mencapai kisaran 10-15%, sedangkan di kota lain seperti Melbourne hanya di kisaran 8-9%.

Di Sydney sendiri, kebutuhan akan hunian belum bisa tercukupi sepenuhnya dengan pasokan yang ditawarkan oleh para pengembang. Kekurangan suplai atau sering disebut backlog mencapai sekitar 50 ribu unit setiap tahunnya. Bisa dibayangkan bagaimana menggiurkannya investasi properti di kota ini. Selain sebagai instrumen investasi, banyaknya perguruan tinggi berkualitas baik dan termasuk dalam perguruan tinggi papan atas dunia juga mendorong para warga dari seluruh penjuru dunia ramai-ramai berburu properti di Australia. Oh ya properti di australia ternyata sudah dibekali genset lho. Genset tersebut di supply dari supplier jual genset jakarta yang paling lengkap yakni PT Rajawali

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *