Categories
Berita

Slamet Suyitno – Terbangkan Batik Madura ke Mancanegara

Slamet Suyitno – Terbangkan Batik Madura ke Mancanegara

Terbangkan Batik Madura ke Mancanegara

Dalam menjalankan usaha, terutama skala UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah), masalah pengelolaan karyawan menjadi hal yang cukup penting dalam menjaga kelangsungan usaha. Dengan skala modal terbatas, kita harus bisa memilih tenaga kerja yang bisa diandalkan, namun tidak terlalu membebani keuangan usaha. Hal itulah yang dilakukan oleh Slamet Suyitno (66) di Sidoarjo, Jawa Timur dalam mengembangkan usaha pembuatan dan penjualan batik tulis Madura, dengan merek Roemah D’batik. Ia melibatkan istrinya Rihana serta ketiga anaknya dalam pengelolaan usaha.

Sumber : Jasa Seo Semarang

Kebetulan Itok, panggilannya, memang handal dalam mendesain batik khas Madura. Desain batik hasil kreasi Itok kemudian dibuat dan diproduksi oleh 25 tenaga lepas tetap di Pamekasan, Madura, sekitar tempat tinggal Itok. Meski pekerjanya “itu-itu saja”, mereka baru dipekerjakan dan dibayar bila ada pesanan. Para pekerja tersebut tinggal mengerjakan contoh desain yang sudah dibuat. Namun untuk masalah pewarnaan, Itok sendiri yang turun tangan. Hal ini dilakukan untuk menjaga kualitas warna kain yang dihasilkan.

PESANAN RIBUAN LEMBAR

“Produk batik kami, sudah banyak dikenal orang. Mereka mencari produksi kami karena motif yang dihasilkan sangat halus, rapi dan warna yang awet,” terang Suyitno. Saat ini rata-rata jumlah pesanan 1.500 – 2.000 lembar kain per bulan, dengan harga sekitar Rp50.000 per lembar. Untuk ukuran batik tulis, harga ini lebih murah 20% dibanding batik lain yang sejenis. Pesanan yang diterima umumnya bukan hanya kain tapi juga pakaian dengan motif batik. Biasanya dipakai sebagai seragam harian atau event khusus perusahaan.

Pesanan pakaian dalam jumlah besar biasanya berasal dari dinas pemerintahan, perusahaan swasta atau partai politik. Sebagai tambahan, untuk pesanan di bawah 200 lembar, pengerjaannya bisa berkisar antara 1 minggu sampai 1 bulan. Awalnya, Suyitno yang pensiunan Dinas Pendidikan ini, berjualan secara door to door. Hingga pada suatu hari, ia mendapatkan pelatihan usaha di cabang BTPN dan kemudian tertarik mengambil pinjaman usaha dari BTPN untuk mengembangkan usahanya. Sebagai sarana promosi, Suyitno menjual batiknya secara online yang dilakukan bersama anaknya yang lain, Dian Fitriyah Setiawati.

Tidak mengherankan bila kemudian pesanan batiknya tidak hanya dari dalam negeri tapi juga dari negara lain. “Omzet usaha kini mencapai Rp30 juta per bulan” jelas Suyitno. Selain dijual secara online, Roemah D’batik juga membuka gerai di Thamrin City, Jakarta. Ia juga rajin mengikuti berbagai macam pameran tingkat nasional. Agar desain batik tulisnya semakin bagus, Suyitno beserta Itok dengan rutin berkunjung ke desa-desa di sekitar pulau Madura. Mereka mencari dan membeli batik tulis yang telah berusia puluhan tahun yang dimiliki penduduk setempat. Batik dari hasil pencarian tersebut ada yang dijual lagi dan ada yang dijadikan koleksi untuk menjadi inspirasi bagi Suyitno dan Itok dalam menciptakan sebuah motif.

Categories
Berita

Seni Mengelola Manusia Bagian 4

“Nggak ada keputusan yang salah karena pasti sudah dipikirkan. Jadi jangan pernah menyesal, yang harus dilakukan adalah bikin sesuatu yang buat kamu berubah,” ia menirukan nasihat ayah. Sementara sang ibu menekankan pondasi agama dalam aktivitas sehari-hari.

Ganesh mencontohkan, ia pernah meminta tiket konser musik Metalica. Ayahnya menyetujui dengan syarat mencuci mobil selama sebulan. Jelang konser, sang ayah menyuruh sepupu Ganesh buat menemaninya.

“Saya lihat kakak sepupu itu menari di atas penderitaan saya selama sebulan, Sudah gitu pas mau berangkat dikasih jajan. Saya cuma dikasih tiket doang,” kenangnya lagi-lagi tergelak. Lain waktu, Ganesh ikut balapan hingga tabrakan dan mobil yang dikendarainya rusak. Ayahnya tidak marah.

Namun sebagai bentuk tanggung jawab, urusan polisi dan perbaikan mobil murni ditanggung Ganesh. Ia mengganti biaya perbaikan mobil dengan mencuci baju dan mengepel lantai. “Kan kamu yang ambil keputusan itu, tanggung jawab,” kata sang ayah.

Sebagai orang teknik sipil, ayah Ganesh juga ikut membaca buku ekonomi demi kelancaran komunikasi dengan sang anak. “Sampai segitunya usaha yang dilakukan orang tua,” ujarnya terkesan. Nilai-nilai inilah yang diterapkan Ganesh bersama sang istri dalam mendidik ketiga buah hatinya.

Lelaki kreatif ini mau mengunduh aplikasi permainan anak di ponsel hingga membaca novel remaja karangan Tereliye agar pas saat diskusi dengan anak. Ia bahkan melibatkan anak-anak dalam berbisnis. Ganesh mencermati, banyak masalah yang akan ditemui di masa depan. “Intinya bukan bisnis, lebih ke pengamatannya. Ada masalah lho di luar sana. Dia bisa menemukan solusi. (Bisnis) itu bagian dari pembelajaran buat menemukan solusi,” tuturnya bijak.

Categories
Berita

Seni Mengelola Manusia Bagian 3

Ia mengoptimalkan kelebihan setiap SDM dan meramu menjadi tim yang seirama. “Anda nggak bisa ngajarin ikan terbang. Dia bisanya berenang. Mana yang bisa dia kontribusi, di situ (kembangkan),” tukasnya. Untuk menyampaikan visi-misi perusahaan misalnya, ia menjelaskan secara rinci latar belakang dan tujuannya pada tim baris pertama.

Tim ini yang menyebarluaskan ke staf level berikutnya. “Tapi secara garis besar, saya kasih news flash (sekilas info) jadi teman-teman di bawah ngerti,” ucapnya. Ganesh kerap memilih pemimpin informal di luar manajemen untuk menjalankan program perusahaan.

Tujuannya meng gali bakat, membuka peluang untuk maju, dan membangun kepercayaan SDM ke perusahaan. Program-program perusahaan jadi lebih mudah sampai dan termodifikasi dengan baik. CEO Bananation.Co ini bijak pula menyikapi pola kerja generasi baby boomers, X, dan milenial.

Pew Research Center menyebut, baby boomers adalah kelahiran 1946- 1964, generasi X kelahiran 1965-1980, milenial kelahiran 1981-1996, dan postmillennial kelahiran 1997-sekarang. Ia meminta generasi senior beradaptasi dengan kaum milenial karena sejatinya setiap orang bisa berperan sesuai fungsinya. Pola kerja generasi milenial cepat tapi ‘buta’ jalan.

“Anak-anak sekarang ‘kan senangnya bikin roket ke bulan. Habis itu lab nya meledak,” ia tertawa seraya menekankan keinginan itu harus difasilitasi. Maka, para senior membimbing dengan berbagi pengalaman. “Ini kombinasi semangat tinggi, pengetahuan, pengalaman, kematangan, sama kepemimpinan. Kombinasi kemauan saling komunikasi dan belajar antargenerasi ini yang paling penting,” jabarnya.

Nilai Tanggung Jawab Dalam kehidupan sehari-hari, pria yang menjabat Presiden Direktur Monsanto Indonesia pada umur 37 tahun ini mengatakan, nilai luhur orang tua sangat melekat. Kedua orang tuanya menanamkan nilai tanggung jawab pada setiap keputusan yang diambil.

Categories
Berita

Seni Mengelola Manusia Bagian 2

Tak pelak cemooh menghampiri sebab keputusan meninggalkan profesi bergeng si dan diminati banyak orang. Ganesh menuturkan, “Awalnya teman-teman bilang, Nesh, percuma elu mau jualan 100 boks, insentifnya tetap Rp400 ribu. Saya bilang: ‘Ya nggak apa. Saya cuma mau buktiin teori saya bener nggak.’ Itu pem belajaran yang saya dapat.”

Bahkan, kiprah di BASF pun ia arahkan untuk membantu petani padi agar terbebas dari serangan organisme pengganggu tumbuhan (OPT) dan menaikkan panen. Ini salah satu kontribusinya dalam men dukung Indonesia mencapai swasembada pangan. “Itu lebih ada artinya da ripada sejumlah angka (target penjualan),” cetusnya.

Sebagai salesman, pria kelahiran Jakarta, 28 Oktober 1977 ini memiliki strategi khusus. Ia membuat peta jalan (road map) penjualan berdasarkan komposisi penduduk. “Saya ke BPS minta map (peta), termasuk kelurahan ini isinya berapa orang, usia berapa. Sudah saya petakan semua di rumah, saya bikin road map,” katanya.

Karena strategi tersebut, ia berhasil memenuhi target sebulan dalam 10 hari. Pihak manajemen memperhatikan dan mengangkatnya menjadi kepala cabang. Posisi ini diraih dalam waktu 8 bulan. Dua bulan kemudian Master bidang Ekonomi dan Pembangunan Internasional dari Universitas Indonesia ini mengikuti tes sebagai pengawas.

Mendengar pemaparan Ganesh, manajemen malah menetapkannya sebagai area sales manager. Bahkan, ia dipercaya membuat standar nasional prosedur penjualan. Mengelola Manusia Semakin tinggi kepemimpinan, sulung tiga bersaudara ini menilai, makin sulit mengelola sumber daya manusia (SDM). Maka, Ganesh menerapkan strategi unik.

Categories
Berita

Seni Mengelola Manusia

Bekerja di perusahaan beken lagi bonafide tidak serta-merta membuat Ganesh Pamugar Satyagraha menikmati kenyamanan dan kepuasan dalam berkarya. Country Head Crop Protection PT BASF Distribution Indonesia ini merasa ada potensi yang belum tergali secara optimal.

Apa yang dicari pria yang merintis karier sebagai ekonom Asian Development Bank (ADB) itu? Telusuri kisahnya. Menyentuh Masyarakat Bekerja bukan sekadar menghasilkan sejumlah uang. Menurut Ganesh, bekerja berarti berkarya, mewariskan peninggalan bermanfaat bagi diri, masyarakat, dan lingkungan.

Sarjana Ekonomi lulusan Universitas Padjadjaran ini lantas mendedikasikan diri di ADB pada Juni 1999 dan melakukan analisis sosial dan perubahan ekonomi di Indonesia Timur. Seiring waktu, ia merasa ada sesuatu yang kurang. “Saya nggak bisa all out (penuh semangat). Kalau nggak all out, hasil kerjanya juga kurang maksimal,” jelasnya.

Ganesh berpikir, kiprahnya tak langsung menyentuh masyarakat karena di luar sistem. “Di Indonesia yang mengambil kebijakan itu Bappenas, kepala daerah. Kita cuma bisa kasih rekomendasi yang belum tentu diaplikasikan,” urainya.

Dia pun memutuskan berhenti dari ADB dan memulai karier sebagai salesman di distributor barang konsumsi terkemuka. “Saya keliling Jakarta bawa motor boks. Saya drop ke kios-kios kecil di pinggir jalan dan uang makan di ADB itu sama dengan gaji penuh di sales plus insentif,” paparnya terbahak.

Categories
Berita

Review Insight, Jurus Kejut One Plus

Review Insight, Jurus Kejut One Plus

Aplikasi uji smartphone, Vellamo yang belakangan digadang-gadang oleh beberapa produsen untuk memberi kebebasan pengguna mentes sendiri produknya punya catatan menarik. Begini, dari tiga tes yang disediakan aplikasi ini, ketiganya meletakkan nama smartphone OnePlus One di papan atas. Salah satunya bahkan di paling atas. Di uji multicore misalnya ponsel ini duduk di peringkat dua di bawah HTC One M8. Dengan poin 1824 di mana Samsung Galaxy S5 saja hanya menorehkan angka 1647. Sementara pada tes browser, seri gres ini beda tipis dengan jagoan Samsung itu. Masing-masing, OnePlus One dapat skor 2796 sedang Galaxy S5 cetak skor 2715.

Sumber : Game Ppsspp

OnePlus One di urutan dua pula di bawah HTC. Tetapi pada uji metal untuk mencari kekuatan pada satu operasi, HTC One M8 dilibas. OnePlus One raih posisi puncak dengan angka 1653. Asal tahu, pada 10 besar peserta uji adalah nama-nama besar, selain dua nama di atas, ada LG, Motorola dan HTC. Tidak ada nama Xiaomi, Oppo, atau namanama yang dianggap “berbahaya”, yang siap menerkam, selain OnePlus One. Tak pelak, seri satu ini amat menyita perhatian, setelah Xiaomi. Hancurkan Ponselmu Apa sesungguhnya yang tengah dilakukan OnePlus, perusahaan pembuatnya yang bermarkas di Shenzen, Tiongkok ini Berdiri saja baru 17 Desember tahun lalu.

Lantas, menghabiskan sekitar empat bulan untuk bikin strategi dan luncurkan satu produk. Baru akhir April 2014 punya satu seri. Tak dijual secara umum. Tak disebar ke toko-toko besar. Melainkan lewat on-line milik sendiri. Tapi bagaimana mungkin konsumen segera tanggap dan atensi ke OnePlus One Caranya gampang. Bagikan 100 unit dengan hanya cukup bayar 1 dolar. Tapi ada syaratnya. Siapapun yang minat, harus bikin video menghancurkan ponsel lamanya dengan cara bebas.

Maka, smartphone-smartphone seperti iPhone 5, Samsung Galaxy S3, HTC One dan beberapa lainnya jadi korban. Tekniknya beragam dari digergaji listrik, dilempar, bahkan dilindas kereta listrik. Video-video ini diunggah ke YouTube sebagai sebuah tontonan menarik.Sebagian orang menganggap cara OnePlus keterlaluan dan tak elegan. Tetapi tak sedikit yang bilang ini cara brilian. Nyatanya, peminat yang minimal harus berusia 18 tahun itu jauh lebih banyak dari jumlah OnePlus One yang disediakan. Kontes bartajuk “Smash the Past” yang berlangsung selama 12 jam itu merupakan cara untuk mengajak konsumen segera berganti ponsel. Tercatat 140 ribu orang mengirimkan video.

Categories
Berita

Smartphone Xiaomi Belum Muncul Di Pasaran

Smartphone Xiaomi Belum Muncul Di Pasaran

Kami sempat penasaran dengan beberapa tablet dan smartphone yang mulai dibicarakan, seperti Xiaomi, Vivo, Advan T1Z Signature dan Andromax G2 Touch Qwerty. Sayangnya, penelusuran kami dari toko-toko di semua lantai tak juga menemukan informasi sedikitpun tentangnya. “Smartphone Xiaomi kan belum masuk barang resminya ke indonesia, paling ada sedikit yang masuk barang BM. Tapi saya nggak berani pegang barang BM gitu,” ujar seorang pedagang di lantai 1. Stand khusus smartfren juga tak memiliki informasi tentang bakal kehadiran Andromax G2 Touch Qwerty yang sudah ramai dipromosikan itu.

Sumber : Gigapurbalingga

Sementara Vivo yang sudah berpromosi setelah Lebaran, menjanjikan barang sudah bisa didapatkan akhir Agustus ini. Ada tiga tipe yang dihadirkan, Vivo X3S (Octa core 1,7 GHz), Y22 (Quad Core 1,3 GHz) dan Y15 (Quad Core 1,3 GHz). Harganya sangat bersaing mengingat kualitas desain dan speknya, yaitu Vivo X3S Rp4,99 juta, Y22 Rp2,5 juta dan Y15 Rp1,8 juta. Smartphone yang beberapa bulan lalu sempat sulit dicari, Asus Zenfone 4, 5, dan 6, kini begitu mudah didapatkan. Harganya cukup bersahabat, meskipun memang naik dari rencana penjualan awalnya. Di toko BB Spot lantai dasar, Asus dinyatakan ready stock dengan harga Rp1,4 juta (Zenfone 4), Rp2,4 juta (Zenfone 5), dan Rp3,4 juta (Zenfone 6). Dikatakan seorang pedagang, Asus Zenfone termasuk bernasib baik karena barangnya lama tak tersedia, tapi harganya masih tinggi.

Aksesori Android Marak

Larisnya perangkat Android menarik minat penyedia aksesori, terutama untuk melindungi perangkat Android yang hampir semuanya berlayar besar. Ya, casing menjadi pilihan untuk melindungi Android sekaligus bergaya. Dengan aneka pilihan bahan, mulai dari yang lembut dan elegan hingga yang bahan kasar yang murah meriah, semua tersedia. Di toko Manggala aksesori misalnya yang berlokasi di lantai 2, dikatakan penjaga tokonya kalau yang laris memang soft case, juga yang berjenis silikon. Pajangan berikutnya yang lengkap adalah anti-gores baik yang berjenis spy atau anti glare. Di toko Dragon lantai 2, berderet anti gores untuk banyak sekali tipe ponsel yang sudah dinamai sesuai tipe ponselnya. Untuk aksesori in, beruntungnya mereka yang memiliki perangkat dari merek atau tipe yang laris manis, seperti Samsung, Lenovo atau Advan, karena umumnya tersedia untuk banyak tipe. Lain halnya saat SINYAL mencari untuk merek LG, terasa agak sulit.

Categories
Berita

Berburu Properti di Australia

Warganegara Indonesia menjadi pembeli terbesar kedua setelah Tiongkok. Selain sebagai instrumen investasi jangka panjang, kebanyakan warga Indonesia membeli properti di Australia untuk kepentingan studi, disewakan, atau untuk tinggal ketika berkunjung. Kestabilan politik/ekonomi dan kepastian investasi di negeri benua tersebut menjadi daya tarik paling utama. Salah Satu pengembang properti di Australia yang cukup ekspansif adalah Crown International Holdings Group (CIHG). Didirikan oleh 2 orang asal Indonesia, Iwan Sunito dan Paul Sathio, CIHG yang berbasis di Sydney kini tidak hanya berfokus pada pengembangan hunian di kawasan pusat kota Sydney, North Sydney, Waterloo, tetapi juga di kawasan satelit baru seperti Paramatta. Bahkan juga di Melbourne dan Brisbane. Iwan Sunito, Chief Executive Officer CIHG, bahkan sudah berencana merambah wilayah lebih global di luar Australia, seperti Tiongkok, Thailand, dan Indonesia.

Dalam 3 tahun ke depan, portofolio proyek properti CIHG sebagian besar banyak berada di Australia, Sydney khususnya. Salah satunya adalah Green Square, sebuah hotel dengan desain unik dan diharapkan dapat menjadi landmark baru setelah Opera House. lokasi dan Desain Premium Proyek-proyek hunian vertikal CIHG, sebagian besar adalah hunian premium yang menawarkan pendekatan berbeda dibandingkan developer properti lain. V by Crown di Paramatta misalnya. Paramatta adalah kawasan baru di barat Sydney. Pemerintah Sydney berencana untuk memindahkan pusat pemerintahan dari area yang padat di Sydney CBD ke kawasan ini, dan sekarang sudah ada beberapa kantor pemerintah yang beroperasi di sini. Jarak dari pusat kota Sydney kurang dari 25 km. Lokasi proyek V by Crown tepat di jalan utama dan jantung kota baru Paramatta. Ia juga dikelilingi oleh perkantoran seperti Bank Commonwealth, kantor imigrasi dan pajak, atau markas kepolisian. Di situ semula terdapat situs arkeologi bersejarah. Setelah berhasil meyakinkan pemerintah setempat bahwa situs akan tetap terpelihara dan bahkan bisa menjadi daya tarik wisatawan, Crown saat ini tengah membangun hunian vertikal premium 27 lantai yang didesain oleh biro arsitek Allen Jack + Cottier bersama-sama dengan arsitek Australia keturunan Jepang, Koichi Takada. Jika proyek ini selesai, unsur modern dari sisi desain yang mewakili desain futuristik, situs arkeologi yang tetap terjaga di lobi bangunan, serta kehidupan sehari-hari sebuah kota, akan hadir di sini.

Dalam bahasa Iwan Sunito, V by Crown adalah sebuah pertemuan antara masa lalu, masa kini, dan masa depan. Prisca Edwards, Head of Major Client Transactions Australasian Region CIHG, menjelaskan bagaimana Koichi sangat jeli dan cermat dalam detail-detal desain apartemen, pintar memanfaatkan ruangruang untuk storage, dan memperhatikan aspek kenyamanan tinggal di apartemen dengan segala aktivitasnya. Bagaimana Koichi menempatkan keran di kamar mandi, merancang storage di dapur, semuanya cermat, dan ia bisa menjelaskan mengapa desainnya seperti ini dan apa tujuannya. Selain menawarkan V by Crown di Paramatta, CIHG juga mengembangkan apartemen di atas bangunan komersial di Top Ryde City yang disebut Viva by Crown. Ini adalah salah satu pusat perbelanjaan terbaru dan terbesar di kawasan North Sydney. Di sini, CIHG menawarkan suatu konsep hunian yang dilengkapi dengan fasilitas komplet mulai dari perpustakaan digital, club house, mini theater, dan taman terbuka di atas kompleks pertokoan. Viva by Crown lokasinya tidak jauh dari Stadion Olimpiade Sydney, beberapa kampus terkemuka di Sydney, serta pantai-pantai di kawasan utara kota. untuk investasi dan hunian Salah satu alasan banyak orang Indonesia mencari dan memiliki aset properti di Australia, khususnya Sydney, adalah besarnya capital gain yang didapat dari investasi properti. Di Sydney, capital gain atau kenaikan nilai investasi properti bisa mencapai kisaran 10-15%, sedangkan di kota lain seperti Melbourne hanya di kisaran 8-9%.

Di Sydney sendiri, kebutuhan akan hunian belum bisa tercukupi sepenuhnya dengan pasokan yang ditawarkan oleh para pengembang. Kekurangan suplai atau sering disebut backlog mencapai sekitar 50 ribu unit setiap tahunnya. Bisa dibayangkan bagaimana menggiurkannya investasi properti di kota ini. Selain sebagai instrumen investasi, banyaknya perguruan tinggi berkualitas baik dan termasuk dalam perguruan tinggi papan atas dunia juga mendorong para warga dari seluruh penjuru dunia ramai-ramai berburu properti di Australia. Oh ya properti di australia ternyata sudah dibekali genset lho. Genset tersebut di supply dari supplier jual genset jakarta yang paling lengkap yakni PT Rajawali

Categories
Berita

Elsa Optimistis Bertarung di Asian Para Games

PALEMBANG – Selepas pergelaran Asian Games 2018, saat ini para atlet sedang bersiap menghadapi Asian Para Games yang akan berlangsung mulai 6 Oktober mendatang. Tak mau ketinggalan, Elsa Maris, atlet boling nasional asal Kota Palembang, juga menempa diri untuk turut serta mengharumkan nama bangsa. Selain ikut menjalani pemusatan latihan di Kota Solo, Jawa Tengah, Elsa punya modal kuat setelah memetik prestasi saat mengikuti uji coba di berbagai turnamen tingkat nasional maupun internasional. Terakhir, ia memboyong empat medali emas dalam kejuaraan World Para Bowling Tour 2018 di Sarawak, Kuching, Malaysia. Elsa mengatakan keberhasilan tersebut diharapkan bisa berlanjut dalam Asian Para Games nanti. Untuk itulah dia memanfaatkan waktu yang tersisa ini untuk mengasah keterampilannya agar tampil maksimal.

“Iya, waktu itu di Kuching saya dapat empat emas,” kata Elsa Maris, kemarin. Elsa, yang dihubungi melalui saudara kandungnya, Omar Davis, menuturkan ia berhasil menjadi yang terbaik dalam kejuaraan yang berlangsung pada akhir Juli lalu. Dia meraih emas di nomor tunggal putri, ganda campuran, dan ganda putri. Dalam kejuaraan itu, dia menyisihkan peboling terbaik dari sejumlah negara, di antaranya atlet dari Korea Selatan, Hong Kong, Malaysia, Jepang, Cina Taipei, India, Filipina, Thailand, dan Singapura. Kesuksesan ini tak terlepas dari persiapannya yang matang sejak Januari lalu. “Semoga ini jadi bekal untuk merebut medali emas di Asian Para Games,” kata Elsa. Sementara itu, Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin mengatakan banyak tersedia bibit atlet dari berbagai cabang olahraga, termasuk boling, di Sumatera Selatan.

Apalagi saat ini di kawasan Jakabaring Sport City terdapat venue boling terbaik di tingkat Asia. Dengan demikian, fasilitas tersebut bisa dimanfaatkan oleh para atlet sebaik mungkin untuk mengasah kemampuan. Keyakinannya itu juga ditopang oleh kepengurusan Persatuan Boling Indonesia Sumatera Selatan yang berkomitmen mengembangkan boling hingga kabupaten dan kota. “Manfaatkan venue ini karena dari sini akan bermunculan atlet berkelas dunia,” kata Alex

Categories
Berita

ANGGARAN BERFOKUS KE CABANG OLIMPIADE

Pencapaian para atlet Asian Games 2018 akan dievaluasi untuk persiapan menghadapi Olimpiade 2020 di Tokyo, Jepang. Dari 31 medali emas yang diraup kontingen Indonesia di Asian Games 2018, ada sembilan medali emas yang datang dari cabang olahraga yang akan digelar dalam Olimpiade nanti. Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi mengatakan pemerintah akan berfokus menyiapkan cabang-cabang olahraga yang akan dipertandingkan di Olimpiade musim panas 2020 di Tokyo, Jepang. Dengan berfokus pada cabang yang berjaya dan dimainkan di Olimpiade, maka anggaran yang akan dikeluarkan akan lebih fokus dan efisien. Adapun medali emas Asian Games 2018 yang berpotensi bisa ditingkatkan di Olimpiade adalah angkat besi, dayung, karate, dan tenis, serta masing-masing dua emas dari bulu tangkis serta tiga emas dari panjat tebing. “Jadi akan ada evaluasi dari Asian Games 2018, perolehan medali mana saja yang belum sesuai dengan target, sehingga akan ada konsekuensi yang diemban bersama-sama,” tutur Imam, Senin lalu. Salah satu terobosan yang akan dilakukan pemerintah untuk menghadapi Olimpiade, menurut Imam, adalah mengirim para atlet yang berpotensi ke Olimpiade 2020 dengan menjalani pemusatan latihan dan berbagai laga uji coba di luar negeri. Menurut dia, para atlet akan lebih lama berada di luar negeri daripada di Tanah Air. “Ini kebijakan baru.

Bila perlu, atlet yang disiapkan ke Olimpiade tidak akan pulang ke Indonesia.” Dengan berada di luar negeri, menurut Imam, diharapkan para atlet akan semakin termotivasi untuk melampaui prestasi juara-juara dunia, sehingga terpacu meningkatkan kemampuan demi meraih pencapaian tertinggi di Olimpiade. Pertandingan demi pertandingan yang akan dilewati juga diharapkan memperkuat mental bertanding para atlet Indonesia. “Tentunya rencana ini akan berbuntut pada anggaran. Jadi nanti akan ada peraturan menteri terkait dengan penganggaran persiapan menuju Olimpiade, termasuk untuk pembinaan atlet muda dan peningkatan mutu pelatih serta juri agar sesuai dengan standar internasional,” kata Imam. Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani mengatakan momen keberhasilan Asian Games 2018 harus terus dijaga melalui pembibitan atlet muda di daerah. “Semua cabang olahraga sudah kami minta mempersiapkan bibit unggul baru untuk event internasional lainnya,” ujar Puan, Senin lalu. Saat ini lebih banyak dana untuk cabang olahraga diberikan kepada mereka yang telah menjadi atlet elite dunia. Padahal, menurut dia, di taraf internasional, umur produktif atlet Indonesia tak akan bertahan lama sehingga diperlukan persiapan pelapis Ada sembilan cabang potensial di Olimpiade 2020.

lai saat ini. “Sejak kecil harus dilakukan pencarian bakat yang kuat di olahraga tertentu,” kata dia. Adapun tim panjat dinding yang sukses menyumbang tiga medali emas, dua perak, dan satu perunggu akan kembali mempersiapkan diri untuk menghadapi Olimpiade 2020. Manajer tim panjat dinding, Sapto Hardiono, mengatakan para atlet akan mengikuti sejumlah kejuaraan, baik di dalam negeri maupun luar negeri, mulai tahun depan. “Khusus anak-anak yang masih muda-muda ini akan kami siapkan sebaik mungkin.”