Categories
Parenting

Peluncuran Papan Permainan Edukasi

Kemajuan teknologi komunikasi dan internet saat ini telah memengaruhi perilaku sosial yang menyebabkan anak cenderung asyik bermain sendiri. Padahal, untuk meraih perkembangan yang optimal, anak diharapkan melakukan berbagai macam kegiatan dan permainan. Permainan yang baik perlu memerhatikan perkembangan berfi kir (kognitif), perkembangan fisik, serta perkembangan sosial dan emosi. “Sayangnya anak-anak sekarang lebih condong bermain game.

Baca juga : kerja di Jerman

Salah satu dampak dari penggunaan media-media tersebut, yakni kurangnya waktu anak untuk bersosialisasi dan berinteraksi dengan teman-temannya,” ujar psikolog Saskhya Aulia Prima SPsi, MPsi pada peluncuran Papan Permainan Indomilk Jagoan BoboiBoy di Restoran Bunga Rampai, Jakarta Selatan (16/3/16). Menurutnya, untuk memaksimalkan tahap perkembangan anak diperlukan media edukatif lain agar anak dapat main bersama. “Papan permainan yang diluncurkan oleh Indomilk hari ini dapat memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk aktif bermain dengan menyenangkan dan berinteraksi secara langsung bersama teman-teman sebaya mereka,” lanjut Saskhya.

Papan permainan edukatif yang disebut BoBoiBoy digagas Indomilk untuk mengajak orangtua agar aktif mendorong anak-anak menerapkan prinsip bermain yang seimbang sehingga anak-anak dapat mengasah kemampuannya dalam real-life game maupun digital game. Marketing Manager Indomilk Liquid PT Indolakto, produsen Indomilk, Vanda Ratana menjelaskan, “Indomilk Jagoan BoBoiBoy adalah sebuah alternatif permainan edukatif bagi anak-anak. Berangkat dari semangat dan nilai yang sama dengan BoBoiBoy, Indomilk membawa anak-anak kepada permainan yang bernilai pertemanan yang energik, aktif, imajinatif, dan fun. Selain itu, BoboiBoy juga merupakan salah satu dari lima besar karakter animasi yang disukai anak-anak Indonesia. Kami meluncurkan papan permainan Indomilk Jagoan BoBoiBoy untuk mendukung kemampuan kognitif dan kemampuan berinteraksi anak.”

Papan permainan Indomilk Jagoan BoBoiBoy dapat dimainkan oleh anak-anak usia SD. Permainan edukatif ini berbentuk seperti papan catur dan dapat dimainkan oleh dua orang. Ada 10 manfaat positif dari permainan tersebut, di antaranya mempererat hubungan (bonding) dengan teman atau keluarga, melatih kerja sama dengan tim, mengasah kecerdasan matematik, berpikir ke depan, memperkuat ketahanan mental, berani mengambil keputusan, berlaku sportif, dapat berinteraksi secara langsung, belajar bertanggung jawab, dan saling menghargai.

Menurut Vanda Ratna, untuk mendapatkan karakter Indomilk Jagoan BoboiBoy, kita perlu membeli susu cair Indomilk UHT 190 ml dan Indomilk Kids 115 ml rasa apa saja, gunting karakter yang tersedia pada kemasan, cuci bersih, dan langsung bisa dimainkan. Pada kesempatan yang sama, Rina Novita, CEO DNA Production (representasi Animonsta, sebagai pemilik karakter BoBoiBoy), mengatakan, “Karakter BoBoiBoy ini sudah ada pada 2013 dan merupakan tokoh superhero Asia atau Melayu. Tak hanya menjadi superhero, tetapi ada nilai persahabatan, kebersamaan, dan respek kepada orangtua seperti orang Timur. serta tak boleh putus asa, harus tetap berjuang.”

Sumber : https://ausbildung.co.id/

 

Categories
Parenting

Kenapa si Kecil Menangis Bag3

Tapi kalau tetap rewel menangis, berarti dia mengantuk, saya ajak ke kamar, dikelonin di tempat tidur, deh,” cerita Mama Kie Yukii NaPrast yang memiliki empat anak. “Yang pertama kali saya cek adalah popoknya. Seandainya popoknya tidak basah, berarti dia haus, baru saya beri ASI.

Baca juga : Beasiswa S1 Jerman

Tapi, seandainya dia masih gelisah dan terus menangis, mungkin ada yang tidak nyaman dari tubuhnya, biasanya saya mengecek sekitar perut atau belahan di kaki dan tangannya, apakah ada lecet,” papar Mama Tresna Edya Ananda. “Kalau menangisnya karena sudah mengantuk, ya, langsung dikelonin dan minum ASI. Kalau dia nangis karena bosen, paling diajak jalan-jalan keluar rumah. Kalau masih rewel, coba cek celananya, biasanya dia pup,” jelas Mama Widya Widyana. “TOLONG AKU!” Sayangnya, tak semua Mama langsung merespons tangisan bayinya. Ada, lo, orangtua yang sengaja menunda untuk merespons tangisan bayi, karena menganggap bayi menangis untuk melatih pernapasan atau khawatir jika terlalu sering digendong akan “bau tangan” dan manja.

Bahkan, ada teori yang berbunyi, membiarkan bayi menangis akan membuat si bayi cakap menenangkan diri sendiri dan bisa berlatih tidur tanpa harus ditemani/disusui. Padahal, seperti dijelaskan dr. Wiyarni Pambudi, SpA, IBCLC, tangisan bayi bukan bertujuan melatih otot pernapasan dan jantungparu, bukan juga untuk memanipulasi orang dewasa supaya mengikuti kemauannya. Tangisan bayi adalah ungkapan permintaan yang artinya: ”Tolong aku!” Tangisan bayi adalah bagian dari program “mencari bantuan” saat ia merasakan sensasi tidak menyenangkan, baik secara fisik (lapar, sakit, lelah, dingin, dan lain-lain) maupun emosi (takut, marah, sedih, tidak nyaman, dan lainnya).

“Nah, bayi belum memiliki kemampuan untuk mengatasi masalah-masalah tersebut secara mandiri, karena fungsi otaknya belum sempurna,” ujar Ketua Umum Sentra Laktasi Indonesia (SELASI) ini. Saat dilahirkan, kondisi otak bayi belum cukup matang untuk menghadapi berbagai rangsangan di sekelilingnya. Cahaya terlalu terang, suara terlampau berisik, suhu ruang terlalu dingin, perubahanperubahan yang mendadak, bahkan antusiasme orang dewasa menimang dan mengajaknya bermain, bisa diartikan sebagai stimulasi yang berlebihan.

Sumber : https://ausbildung.co.id/