Categories
Rumah

Panduan Membeli Hunian Pertama Bagian 4

Saat ini sudah ada sistem kalkulator KPR online yang dapat membantu Anda menghitung kebutuhan KPR Anda. Setelah mengajukan KPR ke bank, maka Anda harus melalui proses interview. Interview inilah yang nantinya akan menjadi salah satu penilaian penting apakah KPR Anda akan diberikan atau tidak. Jawab setiap pertanyaan secara jujur dan terbuka. Ini untuk menghindari masalah di kemudian hari.

Baca juga : Distributor resmi Genset 500 Kva di Makassar

Kiat Sukses Membeli Rumah Pertama

Ini dia beberapa tip singkat yang dapat membantu Anda mendapatkan hunian pertama tanpa bermasalah.

Selidiki Area Hunian

Sebelum membeli pastikan Anda mencari tahu seluk-beluk hunian yang akan Anda tempati. Cek apakah lokasinya berdekatan dengan pusat pendidikan dan kesehatan atau tidak. Cek pula apakah lokasi tersebut sering terjadi tindak kriminal, seperti perampokan atau lainnya.

Survei, Penting!

Survei adalah cara jitu untuk mengetahui kondisi calon hunian Anda. Tidak ada salahnya membawa seseorang yang ahli dalam bidang bangunan untuk membantu proses pengecekan. Anda akan tahu seberapa murah atau mahal harga rumah tersebut setelah dilakukan proses pengecekan ini. Bila tak ada kerusakan, maka ongkos perbaikan pun akan berkurang.

Jangan Lupa Difoto

Saat melakukan pengecekan atau survei, jangan lupa untuk mengambil gambar rumah dengan ponsel Anda. Melihat kembali gambar calon hunian Anda dan memberi catatan kecil di dalamnya akan membantu Anda membuat keputusan.

Datang Di Hari Berbeda

Sebelum akhirnya memutuskan hunian yang Anda pilih, datanglah lagi ke lokasi hunian tersebut di hari dan jam yang berbeda. Masalah hunian mungkin akan lebih mudah ditemui di siang hari, tetapi siapa tahu Anda akan menemukan sesuatu yang baru di jam dan waktu yang berbeda.

Jangan Andalkan 1 Pengembang

Jangan hanya terpaku pada satu pengembang. Lihat juga beberapa perumahan dari pengembang yang berbeda. Ini akan membantu Anda membandingkan antarrumah satu dengan rumah lainnya.

Sebelum membeli Hunian, cek terlebih dahulu daftar berikut ini :

Area Rumah

Luas lahan, Jumlah ruang tidur, Jumlah kamar mandi, Area Penyimpan Garasi/carport, Kondisi Interior, Luas halaman/taman, Kondisi pagar, Teras, Efisiensi Energi, Kondisi Eksterior (fasad dll)

Cek Lingkungan Sekitar

Area parkir, Penampilan lingkungan keseluruhan, Lalu lintas dan tingkat kebisingan, Pengelolaan sampah, Sekolah: kendaraan umum/jalan kaki, Jarak ke sekolah, Lingkungan sekolah, Fasilitas kompleks, Jarak ke lokasi kerja, Daycare/preschool (tulisan miring), Transportasi publik, Kondisi jalan utama, Toko atau pusat perbelanjaan, Fasilitas kesehatan, Layanan masyarakat, Tempat ibadah, Lokasi ke bandara/stasiun kereta api

Categories
Rumah

Panduan Membeli Hunian Pertama Bagian 3

Legalitas Dan Pengembang

Sebelum memutuskan untuk membayarkan uang muka, Anda periksa terlebih dahulu keabsahan legalitas dari calon hunian Anda. Pastikan sertifikasi tanah atau bangunan yang Anda beli tidak bermasalah. Reputasi pengembang pun wajib Anda telusuri, jangan mudah tergiur dengan diskon dan kemudahan yang ditawarkan pengembang.

Baca juga : Distributor Genset 250 Kva di Semarang

Spesifikasi

Spesifikasi yang dimaksudkan adalah penggunaan material dan bahan bangunan, kapasitas ketersediaan listrik dan air bersih, kelengkapan ruang tidur, dan kamar mandi. Hal-hal tersebut tidak boleh luput dari perhatian Anda.

Konsep Dan Desain

Konsep dalam hal ini menyangkut fasilitas umum dan sosial. Apakah kompleks hunian yang Anda inginkan telah dilengkapi fasilitas umum, seperti rumah sakit, sekolah, pasar/pusat belanja, atau fasilitas lainnya yang dapat menunjang kehidupan sehari-hari? Desain pun demikian. Desain hunian sebaiknya disesuaikan dengan keinginan dan kebutuhan. Pemeliharaan lingkungan, seperti sampah dan taman, pun perlu diperhatikan.

Pemikiran Penting

Sebelum mendapatkan hunian idaman, akan mengungkap proses apa saja yang harus Anda lalui dalam memilih rumah pertama.

1.  Sebelum Membeli Hal penting yang harus Anda tanyakan ke diri sendiri adalah apa tujuan Anda tinggal? Apakah akan tinggal dalam jangka waktu yang lama dengan status kepemilikan sendiri, sekadar investasi, atau disewakan? Untuk menjawabnya, Anda harus mencari tahu jenis hunian yang cocok untuk kebutuhan Anda.

Ada beberapa pilihan ketika Anda ingin membeli hunian; rumah untuk keluarga kecil, rumah untuk keluarga besar, atau apartemen. Setiap opsi memiliki plus-minusnya, tergantung dari tujuan dan kebutuhan Anda. Selanjutnya, Anda harus kembali memilih, lokasi hunian yang Anda inginkan, apakah apartemen tengah kota atau rumah tapak di pinggir kota?

2. Proses Membeli Bila sudah memutuskan memilih jenis hunian, saatnya Anda mencari lokasi hunian yang sesuai dengan kebutuhan. Cara cepatnya, Anda bisa mencari hunian di internet. Setelah berhasil menemukan hunian, maka Anda harus mengecek lokasi dan mencari tahu informasi tentang hunian tersebut. Bila oke, lakukan kesepakatan harga dengan pihak pengembang. Anda bisa menentukan sistem pembayaran yang sesuai.

Categories
Rumah

Panduan Membeli Hunian Pertama Bagian 2

Ketiga, luas ruang lebih sempit sehingga cocok untuk masyarakat urban dengan mobilitas tinggi. Kelemahannya, ukuran apartemen terbatas dan tidak bisa memperluas yang sudah ada, tidak ada lahan untuk bercocok tanam/ berkebun, dan biaya operasional lebih mahal, seperti biaya listrik, sampah, parkir, dan sebagainya.

Baca juga : Distributor Genset 500 Kva di Surabaya

Harga apartemen 1 bedroom di tengah kota tidak jauh berbeda dengan harga rumah ukuran standar di pinggiran kota. Selain itu, status kepemilikan apartemen masih milik bersama sampai jangka waktu yang telah ditentukan (20 tahun). Aleviery Akbar, Associate Director Residential Sales & Leasing Colliers Internasional, mengungkapkan jenis properti ini biasanya dihuni oleh eksekutif muda, kaum profesional, karyawan swasta (middle management), dan pengusaha kelas menengah atas hingga bawah.

Berbeda dengan apartemen, rumah tapak pinggir kota memiliki kelebihan dan kekurangan. Ini keunggulannya. Pertama, dapat direnovasi. Bila Anda membutuhkan bangunan lebih luas, maka rumah tapak dapat diperluas. Kedua, memiliki lahan untuk berkebun. Ketiga, aspek privasi lebih terjamin. Kelemahannya adalah lokasinya jauh dari pusat kota dan biaya akomodasi jadi lebih mahal jika tempat kerja atau aktivitas Anda jauh dari rumah.

Untuk yang bekerja di kota, sebaiknya pilih lokasi rumah yang dekat dengan transportasi umum, seperti KRL atau transjakarta. Selain itu, berbeda dengan apartemen yang sudah ada sistem pengelolaan tersendiri, di rumah Anda harus merawat rumah seorang diri. Aleviery mengatakan masyarakat yang umumnya tinggal di rumah tapak pinggir kota adalah karyawan swasta dan pegawai negeri.

5 Pertimbangan Utama

Aleviery Akbar, Associate Director Residential Sales & Leasing Colliers Internasional, membeberkan 5 pertimbangan utama yang harus diperhatikan sebelum membeli hunian pertama. Pertimbangannya adalah sebagai berikut.

Lokasi

Lokasi hunian menjadi pertimbangan pertama yang harus Anda perhatikan. Properti yang ingin Anda beli seharusnya terletak di lokasi yang mudah dijangkau dengan sarana transportasi umum.

Harga

Harga menjadi pertimbangan selanjutnya. Jika ingin membeli melalui sistem cicilan (KPR/KPA) sebaiknya harga hunian disesuaikan dengan bujet, sehingga tidak membebani kebutuhan primer.

Categories
Rumah

Panduan Membeli Hunian Pertama

Antusiasme seseorang saat ingin membeli rumah pertama memang tak bisa dibendung. Apalagi, bagi mereka yang sudah berumah tangga. Keinginan memiliki rumah menjadi kebutuhan yang harus terpenuhi. Namun, sebesar apapun keinginan Anda mendapatkan rumah, jangan gegabah.

Ada banyak kasus yang terjadi karena kecerobohan seseorang saat membeli rumah pertama yang berujung malapetaka, seperti penipuan uang, tanah masih sengketa, rumah yang tidak pernah terbangun, bangunan yang tidak sesuai, dan sebagainya.

Baca juga : Jual Genset Bali

Shendy Kurnia (35), seorang staf keuangan di salah satu perusahaan swasta, ini misalnya. Ia baru saja dilanda masalah terkait rumah yang baru dibelinya di kawasan Cengkareng, Jakarta Barat, seharga Rp500 juta. Tergiur dengan harga yang murah dan lokasi yang dekat dengan rumah sang ibu, membuat Shendy tak berpikir panjang. Ia membeli hunian tersebut dengan pembayaran tunai, tanpa mengecek kondisi rumah secara detail.

Alasannya, rumah takut dibeli orang. Setelah dicek secara detail, rupanya rumah tersebut memiliki masalah yang cukup parah. Ada kebocoran di bagian atap dan dinding. Mirisnya, bangunannya tak mampu menopang dua lantai. Ia pun terancam harus merubuhkan rumah tersebut dan membangunnya dari awal lagi. Harga awal yang ia pikir murah pun berujung membengkak.

Peristiwa yang dialami Shendy bisa terjadi pada siapa saja, termasuk Anda. Untuk mengurangi hal-hal yang tidak diinginkan, akan memberikan panduan membeli hunian pertama, mulai dari jenis properti yang sesuai kebutuhan hingga tip sukses mendapatkannya.

Apartemen Tengah Kota Atau Rumah Tapak Pinggir Kota

Properti hunian pertama ada beberapa jenis, dua di antaranya adalah apartemen yang berada di pusat kota dan rumah tapak yang kini marak dibangun di kota satelit. Keduanya memiliki plusminus. Apartemen tengah kota memiliki beberapa kelebihan. Pertama, dekat dengan pusat kota otomatis mendekatkan pemiliknya dengan pusat hiburan kota dan lokasi kerja. Kedua, praktis karena tidak perlu memikirkan keamanan dan pengelolaan sampah sudah tertata, serta sudah terdapat pusat jajanan sendiri dalam kompleks apartemen.