Categories
Berita

IHSG Menguat pada Awal Pekan di Tengah Corona

IHSG Menguat pada Awal Pekan di Tengah Corona – Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) menguat di awal pekan. Pada pukul 10.00 WIB, Senin (6/8), IHSG menanjak 0,79% ke posisi 6.055,19. Sedangkan kurs rupiah juga menguat tipis ke level Rp 14.484 per dolar AS. Sepanjang pekan ini, analis memperkirakan IHSG bergerak di level 5.840-6.123, dengan kecenderungan menguat. Para investor menunggu beberapa rilis data ekonomi, terutama pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) yang bakal diumumkan Badan Pusat Statistik Senin siang ini. Vice President Research I n d o s u r y a S e k u r i t a s William Surya Wijaya menjelaskan, IHSG berpotensi menguat, namun masih ada risiko beberapa investor mengalihkan dana investasi seiring laporan keuangan emiten yang diliris pekan ini. “Beberapa sektor cukup menarik untuk diperhatikan pekan ini, seperti infrastruktur telekomunikasi, meski kenaikannya tidak akan terj a d i s e c a r a s p o n t a n .

Kebutuhan telekomunikasi pada beberapa kegiatan – seperti Asian Games, dilanj u t k a n p e r t e m u a n International Monetary Fund (IMF) dan Bank Dunia – akan mendukung sektor ini. Tiga ajang internasional tersebut diperkirakan dapat menarik hingga 15.000 pendatang,” ujarnya di Jakarta, akhir pekan lalu. Selain itu, ada kebutuhan masyarakat terhadap media sosial menjelang pemilihan calon presiden. Banyak orang akan menyampaikan pendalaman figur calon-calon presiden, sehingga meningkatkan kebutuhan telekomunikasi. “Hasilnya akan terlihat setelah kuartal III dan kuartal IV-2018, sehingga sektor ini menarik dikoleksi dalam jangka panjang. Kalau dilihat dari sisi mingguan, prospeknya baik dalam dua pekan mendatang terutama untuk saham TLKM, EXCL, dan ISAT,” paparnya. Secara kinerja, lanjut dia, saat ini emiten telekomunikasi memang mengalami penurunan, namun investor bisa melihat prospeknya yang bagus dalam beberapa tahun mendatang. Apalagi, dari sisi demografis, ada pertumbuhan penduduk usia produktif di Tanah Air, yang berpotensi meningkatkan kebutuhan telekomunikasi. “Dari emiten yang mungkin cukup memberikan pengaruh, ya seperti rilis sebelumnya profit Telkom turun, namun hanya turun sedikit, bukan rugi. Tapi, direspons investor (berlebihan) sehingga harga saham turun lebih dari 12% pekan lalu. Telkom ini memiliki kapitalisasi pasar cukup besar (sekitar Rp 348,77 triliun) untuk menjadi pemberat IHSG,” paparnya di Jakarta, akhir pekan lalu. Apresiasi Di sisi lain, masih ada harapan terjadi apresiasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Pasalnya, pada dasarnya dolar AS kini tidak terlalu mengalami penguatan terhadap mata uang lain. “Pekan lalu, secara umum pasar mencatatkan aksi beli, meskipun terdapat sejumlah aksi jual dari investor asing. Nilai tukar rupiah juga sudah ada arah potensi menguat, hanya belum terlihat. Adapun pekan ini, ada sejumlah data yang akan diliris, antara lain data PDB Indonesia di awal pekan ini yang diperkirakan meningkat,” ujar William.

Sementara itu, rilis consumer confidence index tidak jauh berbeda dengan data sebelumnya, demikian pula cadangan devisa juga tidak banyak berubah karena rupiah dinilai masih cukup stabil. “Retail sales berpotensi mengalami penurunan pascakonsumsi Lebaran, sedangkan property index dan current account deficit akan segera dirilis. Tergantung rilis, tapi kalau semua kondisi cukup terkendali, maka akan cukup positif dan lebih stabil menopang IHSG,” papar William. Sementara capital inflow belum signifikan, lanjut dia, kenaikan IHSG juga b e l u m s i g n i f i k a n . Sedangkan sektor barang konsumsi diharapkan mendapat pertumbuhan tambahan dengan memanfaatkan momen banyaknya pengunjung ke Indonesia. “Meskipun sesaat, diharapkan cukup membantu pertumbuhan sektor konsumsi dan mengapresiasi rupiah. Beberapa saham yang menarik adalah MYOR, INDF, KLBF, HMSP, dan UNVR,” ucapnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *