Categories
Pendidikan

Induksi Laktasi Bagi Bayi Adopsi Bag2

  • Yakin Dan Sabar

Dibutuhkan keyakinan dan kesabaran Mama sampai ASI benar-benar keluar. Terkadang, butuh waktu yang cukup lama hingga ASI diproduksi, sekitar 1-6 minggu. Pahami hal-hal yang bisa menghambat pengeluaran ASI dan penanganannya, seperti: keengganan bayi menyusu, usia bayi yang sudah di atas 12 minggu, sudah terbiasa menyusu dengan botol, sudah diberikan makanan pendamping, dan lainnya. Mama perlu yakin dan sabar bisa mengatasi ini semua: ajak bayi untuk mau menyusu; hindari penggunaan botol; jika sudah diberikan makanan pendamping, cobalah memberi ASI terlebih dahulu; dan yang penting, motivasi Mama harus tetap kuat.

Baca juga : kursus Bahasa Jerman di Jakarta

  • Kontak Kulit

Lakukan kontak kulit sesering mungkin dengan bayi. Mama bisa menggendongnya dengan metode kanguru dimana kulit bayi bersentuhan langsung dengan kulit Mama, tidurlah bersama bayi di setiap waktu, gendonglah sesering mungkin, peluk dan ciumlah, lakukan sendiri semua aktivitas yang terkait dengan bayi, seperti: memandikan, mengganti popok, memakaikan baju, dan lainnya. Dengan begitu, Mama semakin merasa dekat, lekat, dan bahagia yang diharapkan memudahkan pengeluaran hormon prolaktin dan oksitosin.

  • Penggunaan Obat Hormonal

Menstimulasi produksi ASI juga bisa dilakukan dengan pemberian obat hormonal, seperti: pil domperidon, provera, atau prometrium. Namun pemberian ini sebaiknya dikonsultasikan secara detail kepada dokter mengenai dosis dan frekuensi pemberian. Konsultasikan juga untuk efek samping bila memakai obat hormonal ini. Nah, semoga kini tak ada lagi hambatan untuk bisa menyusui si kecil ya, Ma.

Solusi Untuk Bayi Besar

Ukuran bayi yang lebih dari normal bisa membuat proses kelahiran lebih berisiko, karena ada kemungkinan cedera serius akibat posisi bahu bayi yang menyangkut. Sebagai jalan keluar, studi dari Geneva University Hospitals, Swiss menganjurkan tindakan induksi pada minggu ke-37 dan 38 kehamilan. “Umumnya, induksi dilakukan setelah melewati minggu ke-39 kehamilan, karena bila dilakukan sebelumnya dapat menimbulkan gangguan pernapasan dan komplikasi lainnya bagi bayi. Namun, jika tidak dilakukan, bayi akan semakin besar sehingga proses persalinan juga bisa berbahaya,” kata Dr. Michel Boulvain, pakar obstetri dan ginekologi sekaligus pemimpin riset ini.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *