Categories
Berita

Live Painting Atau Metaekologi Kedua Bag2

Pertunjukan di depan bangunan Istana Kampong Glam di kompleks Taman Warisan Melayu, Singapura, ini dimulai pada pukul lima sore, 20 dan 21 Agustus lalu. Matahari siang yang menyengat tak lagi terasa terik. Cahayanya yang menerobos dari sisi kanan atas bangunan bergaya Palladian yang menghadap ke tenggara itu masih bisa mencapai arena.

Dari penonton di sisi timur, ketika seorang penari menggotong miring kanvas menghadap ke barat daya, terciptalah bayang penari di kanvas. Penari yang membayang di kanvas ini terjadi berulang kali, seperti sengaja memberikan ”goyangan” pada irama pertunjukan. Inilah Live Painting, sebuah pertunjukan oleh Sardono W. Kusumo. Empat penari perempuan, tiga pria, tujuh pancuran air mancur, dan lima kanvas berproses sebatas arena lingkaran.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *