Categories
Berita

Produksi Optimal dengan Alternatif Pemacu Pertumbuhan

Dalam usaha peternakan ayam, pembelian pakan menghabis – kan 70% dari total biaya pro – duksi. Dengan demikian, setiap peter – nak berharap, ayam dapat menyerap nu trisi yang diberikan secara optimal. Yusman Friyadi, SBU Vaccine Mar – keting PT Vaksindo Satwa Nusantara mengatakan, kesehatan saluran cerna dan imun sistem berperan penting agar proses penyerapan nutrisi ber – langsung sempurna. Kesehatan saluran cerna ditandai de – ngan adanya keseimbangan mikro – flora di dalam usus. Keseimbangan ini berdampak pada kemampuan vili da – lam menyerap nutrisi pakan. Semakin panjang vili, luas permukaan serapan pun semakin baik. Imun sistem juga harus mendukung. “Karena perkembangan bisa optimal dari respon kekebalan yang baik,” im – buh Yusman dalam seminar yang berl – angsung saat ILDEX Indonesia 2017 di JIExpo, Jakarta, Rabu (17/10).

Menjaga Kesehatan Usus tanpa AGP Mikroflora dalam usus diharapkan dapat tumbuh dengan cepat dan sehat agar nutrisi terserap optimal. Dengan adanya AGP (Antibiotic Growth Promo – ter), peternak mudah mengontrol ke – sehatan usus ayam. Bila ayam yang di – pelihara sehat, respon terhadap nutrisi dan vaksin akan berjalan baik se hing – ga pertumbuhanpun baik. Namun, Yus man mengingatkan, penggunaan an ti biotik dalam jangka panjang menghadapi risiko resistensi. Selain mencegah dan mengobati penyakit dalam peternakan ayam, anti – biotik biasa difungsikan sebagai AGP untuk membantu proses pertum buh – an. Kondisi lingkungan yang sulit di – prediksi membuat antibiotik menjadi bagian dari protokol kandang. Pada kesempatan yang sama, Tech – nical Manager Animal Health Division PT Agrinusa Jaya Santosa, Jatmiko men jelaskan, untuk menjamin ke se – hatan usus ayam dibutuhkan strategi kombinasi dari beberapa bahan alter – natif. “Untuk mengganti AGP perlu solusi gotong royong, tidak hanya pro – duk tunggal,” terang Jatmiko. Solusi Alternatif Normalnya, AGP mengambil semua peranan seperti memperbaiki physical barrier, penyerapan, imun organ, dan keberadaan mikroflora dalam saluran pencernaan. Sebagai solusi alternatif, Jatmiko menyarankan perbaikan physical barrier untuk menjaga mutu usus dengan memanfaatkan asam bu – tirat, essential oil, vitamin, probiotik, dan mi neral seperti selenium.

Daya serap nutrisi dapat diperbaiki dengan essential oil, asam organik, enzim, dan tambahan serat. Sedang – kan untuk membantu menaikkan sis – tem imun peternak bisa memberikan essential oil, probiotik, vitamin A, E, dan C. Ketiga vitamin ini, menurut Jatmiko, baik untuk proliferasi. Sementara dalam menjaga keseim – bang an mikroflora usus, gunakan essen – tial oil, probiotik, asam lemak ran tai se – dang (medium chain fatty acids-MCFA), dan asam organik. MCFA, ter utama asam butirat, mencegah per tumbuhan bakteri patogen, seperti Salmonela dan E. coli. Agrinusa dan Vaksindo, pungkas Jat – miko, memberikan solusi beberapa pro – duk yang bisa dikombinasikan se suai tu – juan penggunaannya. Protexin mengan – dung probiotik. Maxacid MB, MCM, dan Maxacid OZC berisi asam organik. Kalau menginginkan fungsiessential oil, ada pada Mix Oil dan O’gano. Se dang – kan kandungan enzim bisa diambil dari Microtech 5000 dan Yiduozym, sedang – kan Selenium organik dapat diambil dari produk AB Tor-Sel. Dan untuk menangani stres panas pada broiler, AgriMAX-Bro bisa dijadi – kan pilihan. “Kombinasi bahan-bahan tersebut dapat menggantikan peranan AGP,” simpulnya merekomendasi.