Categories
Rumah

Panduan Membeli Hunian Pertama

Antusiasme seseorang saat ingin membeli rumah pertama memang tak bisa dibendung. Apalagi, bagi mereka yang sudah berumah tangga. Keinginan memiliki rumah menjadi kebutuhan yang harus terpenuhi. Namun, sebesar apapun keinginan Anda mendapatkan rumah, jangan gegabah.

Ada banyak kasus yang terjadi karena kecerobohan seseorang saat membeli rumah pertama yang berujung malapetaka, seperti penipuan uang, tanah masih sengketa, rumah yang tidak pernah terbangun, bangunan yang tidak sesuai, dan sebagainya.

Baca juga : Jual Genset Bali

Shendy Kurnia (35), seorang staf keuangan di salah satu perusahaan swasta, ini misalnya. Ia baru saja dilanda masalah terkait rumah yang baru dibelinya di kawasan Cengkareng, Jakarta Barat, seharga Rp500 juta. Tergiur dengan harga yang murah dan lokasi yang dekat dengan rumah sang ibu, membuat Shendy tak berpikir panjang. Ia membeli hunian tersebut dengan pembayaran tunai, tanpa mengecek kondisi rumah secara detail.

Alasannya, rumah takut dibeli orang. Setelah dicek secara detail, rupanya rumah tersebut memiliki masalah yang cukup parah. Ada kebocoran di bagian atap dan dinding. Mirisnya, bangunannya tak mampu menopang dua lantai. Ia pun terancam harus merubuhkan rumah tersebut dan membangunnya dari awal lagi. Harga awal yang ia pikir murah pun berujung membengkak.

Peristiwa yang dialami Shendy bisa terjadi pada siapa saja, termasuk Anda. Untuk mengurangi hal-hal yang tidak diinginkan, akan memberikan panduan membeli hunian pertama, mulai dari jenis properti yang sesuai kebutuhan hingga tip sukses mendapatkannya.

Apartemen Tengah Kota Atau Rumah Tapak Pinggir Kota

Properti hunian pertama ada beberapa jenis, dua di antaranya adalah apartemen yang berada di pusat kota dan rumah tapak yang kini marak dibangun di kota satelit. Keduanya memiliki plusminus. Apartemen tengah kota memiliki beberapa kelebihan. Pertama, dekat dengan pusat kota otomatis mendekatkan pemiliknya dengan pusat hiburan kota dan lokasi kerja. Kedua, praktis karena tidak perlu memikirkan keamanan dan pengelolaan sampah sudah tertata, serta sudah terdapat pusat jajanan sendiri dalam kompleks apartemen.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *