Categories
Berita

Review Insight, Jurus Kejut One Plus

Review Insight, Jurus Kejut One Plus

Aplikasi uji smartphone, Vellamo yang belakangan digadang-gadang oleh beberapa produsen untuk memberi kebebasan pengguna mentes sendiri produknya punya catatan menarik. Begini, dari tiga tes yang disediakan aplikasi ini, ketiganya meletakkan nama smartphone OnePlus One di papan atas. Salah satunya bahkan di paling atas. Di uji multicore misalnya ponsel ini duduk di peringkat dua di bawah HTC One M8. Dengan poin 1824 di mana Samsung Galaxy S5 saja hanya menorehkan angka 1647. Sementara pada tes browser, seri gres ini beda tipis dengan jagoan Samsung itu. Masing-masing, OnePlus One dapat skor 2796 sedang Galaxy S5 cetak skor 2715.

Sumber : Game Ppsspp

OnePlus One di urutan dua pula di bawah HTC. Tetapi pada uji metal untuk mencari kekuatan pada satu operasi, HTC One M8 dilibas. OnePlus One raih posisi puncak dengan angka 1653. Asal tahu, pada 10 besar peserta uji adalah nama-nama besar, selain dua nama di atas, ada LG, Motorola dan HTC. Tidak ada nama Xiaomi, Oppo, atau namanama yang dianggap “berbahaya”, yang siap menerkam, selain OnePlus One. Tak pelak, seri satu ini amat menyita perhatian, setelah Xiaomi. Hancurkan Ponselmu Apa sesungguhnya yang tengah dilakukan OnePlus, perusahaan pembuatnya yang bermarkas di Shenzen, Tiongkok ini Berdiri saja baru 17 Desember tahun lalu.

Lantas, menghabiskan sekitar empat bulan untuk bikin strategi dan luncurkan satu produk. Baru akhir April 2014 punya satu seri. Tak dijual secara umum. Tak disebar ke toko-toko besar. Melainkan lewat on-line milik sendiri. Tapi bagaimana mungkin konsumen segera tanggap dan atensi ke OnePlus One Caranya gampang. Bagikan 100 unit dengan hanya cukup bayar 1 dolar. Tapi ada syaratnya. Siapapun yang minat, harus bikin video menghancurkan ponsel lamanya dengan cara bebas.

Maka, smartphone-smartphone seperti iPhone 5, Samsung Galaxy S3, HTC One dan beberapa lainnya jadi korban. Tekniknya beragam dari digergaji listrik, dilempar, bahkan dilindas kereta listrik. Video-video ini diunggah ke YouTube sebagai sebuah tontonan menarik.Sebagian orang menganggap cara OnePlus keterlaluan dan tak elegan. Tetapi tak sedikit yang bilang ini cara brilian. Nyatanya, peminat yang minimal harus berusia 18 tahun itu jauh lebih banyak dari jumlah OnePlus One yang disediakan. Kontes bartajuk “Smash the Past” yang berlangsung selama 12 jam itu merupakan cara untuk mengajak konsumen segera berganti ponsel. Tercatat 140 ribu orang mengirimkan video.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *