Categories
Berita

Seni Mengelola Manusia Bagian 2

Tak pelak cemooh menghampiri sebab keputusan meninggalkan profesi bergeng si dan diminati banyak orang. Ganesh menuturkan, “Awalnya teman-teman bilang, Nesh, percuma elu mau jualan 100 boks, insentifnya tetap Rp400 ribu. Saya bilang: ‘Ya nggak apa. Saya cuma mau buktiin teori saya bener nggak.’ Itu pem belajaran yang saya dapat.”

Bahkan, kiprah di BASF pun ia arahkan untuk membantu petani padi agar terbebas dari serangan organisme pengganggu tumbuhan (OPT) dan menaikkan panen. Ini salah satu kontribusinya dalam men dukung Indonesia mencapai swasembada pangan. “Itu lebih ada artinya da ripada sejumlah angka (target penjualan),” cetusnya.

Sebagai salesman, pria kelahiran Jakarta, 28 Oktober 1977 ini memiliki strategi khusus. Ia membuat peta jalan (road map) penjualan berdasarkan komposisi penduduk. “Saya ke BPS minta map (peta), termasuk kelurahan ini isinya berapa orang, usia berapa. Sudah saya petakan semua di rumah, saya bikin road map,” katanya.

Karena strategi tersebut, ia berhasil memenuhi target sebulan dalam 10 hari. Pihak manajemen memperhatikan dan mengangkatnya menjadi kepala cabang. Posisi ini diraih dalam waktu 8 bulan. Dua bulan kemudian Master bidang Ekonomi dan Pembangunan Internasional dari Universitas Indonesia ini mengikuti tes sebagai pengawas.

Mendengar pemaparan Ganesh, manajemen malah menetapkannya sebagai area sales manager. Bahkan, ia dipercaya membuat standar nasional prosedur penjualan. Mengelola Manusia Semakin tinggi kepemimpinan, sulung tiga bersaudara ini menilai, makin sulit mengelola sumber daya manusia (SDM). Maka, Ganesh menerapkan strategi unik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *