Categories
Berita

Seni Mengelola Manusia Bagian 3

Ia mengoptimalkan kelebihan setiap SDM dan meramu menjadi tim yang seirama. “Anda nggak bisa ngajarin ikan terbang. Dia bisanya berenang. Mana yang bisa dia kontribusi, di situ (kembangkan),” tukasnya. Untuk menyampaikan visi-misi perusahaan misalnya, ia menjelaskan secara rinci latar belakang dan tujuannya pada tim baris pertama.

Tim ini yang menyebarluaskan ke staf level berikutnya. “Tapi secara garis besar, saya kasih news flash (sekilas info) jadi teman-teman di bawah ngerti,” ucapnya. Ganesh kerap memilih pemimpin informal di luar manajemen untuk menjalankan program perusahaan.

Tujuannya meng gali bakat, membuka peluang untuk maju, dan membangun kepercayaan SDM ke perusahaan. Program-program perusahaan jadi lebih mudah sampai dan termodifikasi dengan baik. CEO Bananation.Co ini bijak pula menyikapi pola kerja generasi baby boomers, X, dan milenial.

Pew Research Center menyebut, baby boomers adalah kelahiran 1946- 1964, generasi X kelahiran 1965-1980, milenial kelahiran 1981-1996, dan postmillennial kelahiran 1997-sekarang. Ia meminta generasi senior beradaptasi dengan kaum milenial karena sejatinya setiap orang bisa berperan sesuai fungsinya. Pola kerja generasi milenial cepat tapi ‘buta’ jalan.

“Anak-anak sekarang ‘kan senangnya bikin roket ke bulan. Habis itu lab nya meledak,” ia tertawa seraya menekankan keinginan itu harus difasilitasi. Maka, para senior membimbing dengan berbagi pengalaman. “Ini kombinasi semangat tinggi, pengetahuan, pengalaman, kematangan, sama kepemimpinan. Kombinasi kemauan saling komunikasi dan belajar antargenerasi ini yang paling penting,” jabarnya.

Nilai Tanggung Jawab Dalam kehidupan sehari-hari, pria yang menjabat Presiden Direktur Monsanto Indonesia pada umur 37 tahun ini mengatakan, nilai luhur orang tua sangat melekat. Kedua orang tuanya menanamkan nilai tanggung jawab pada setiap keputusan yang diambil.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *