Categories
Berita

Seni Mengelola Manusia Bagian 4

“Nggak ada keputusan yang salah karena pasti sudah dipikirkan. Jadi jangan pernah menyesal, yang harus dilakukan adalah bikin sesuatu yang buat kamu berubah,” ia menirukan nasihat ayah. Sementara sang ibu menekankan pondasi agama dalam aktivitas sehari-hari.

Ganesh mencontohkan, ia pernah meminta tiket konser musik Metalica. Ayahnya menyetujui dengan syarat mencuci mobil selama sebulan. Jelang konser, sang ayah menyuruh sepupu Ganesh buat menemaninya.

“Saya lihat kakak sepupu itu menari di atas penderitaan saya selama sebulan, Sudah gitu pas mau berangkat dikasih jajan. Saya cuma dikasih tiket doang,” kenangnya lagi-lagi tergelak. Lain waktu, Ganesh ikut balapan hingga tabrakan dan mobil yang dikendarainya rusak. Ayahnya tidak marah.

Namun sebagai bentuk tanggung jawab, urusan polisi dan perbaikan mobil murni ditanggung Ganesh. Ia mengganti biaya perbaikan mobil dengan mencuci baju dan mengepel lantai. “Kan kamu yang ambil keputusan itu, tanggung jawab,” kata sang ayah.

Sebagai orang teknik sipil, ayah Ganesh juga ikut membaca buku ekonomi demi kelancaran komunikasi dengan sang anak. “Sampai segitunya usaha yang dilakukan orang tua,” ujarnya terkesan. Nilai-nilai inilah yang diterapkan Ganesh bersama sang istri dalam mendidik ketiga buah hatinya.

Lelaki kreatif ini mau mengunduh aplikasi permainan anak di ponsel hingga membaca novel remaja karangan Tereliye agar pas saat diskusi dengan anak. Ia bahkan melibatkan anak-anak dalam berbisnis. Ganesh mencermati, banyak masalah yang akan ditemui di masa depan. “Intinya bukan bisnis, lebih ke pengamatannya. Ada masalah lho di luar sana. Dia bisa menemukan solusi. (Bisnis) itu bagian dari pembelajaran buat menemukan solusi,” tuturnya bijak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *