Categories
Berita

Slamet Suyitno – Terbangkan Batik Madura ke Mancanegara

Slamet Suyitno – Terbangkan Batik Madura ke Mancanegara

Terbangkan Batik Madura ke Mancanegara

Dalam menjalankan usaha, terutama skala UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah), masalah pengelolaan karyawan menjadi hal yang cukup penting dalam menjaga kelangsungan usaha. Dengan skala modal terbatas, kita harus bisa memilih tenaga kerja yang bisa diandalkan, namun tidak terlalu membebani keuangan usaha. Hal itulah yang dilakukan oleh Slamet Suyitno (66) di Sidoarjo, Jawa Timur dalam mengembangkan usaha pembuatan dan penjualan batik tulis Madura, dengan merek Roemah D’batik. Ia melibatkan istrinya Rihana serta ketiga anaknya dalam pengelolaan usaha.

Sumber : Jasa Seo Semarang

Kebetulan Itok, panggilannya, memang handal dalam mendesain batik khas Madura. Desain batik hasil kreasi Itok kemudian dibuat dan diproduksi oleh 25 tenaga lepas tetap di Pamekasan, Madura, sekitar tempat tinggal Itok. Meski pekerjanya “itu-itu saja”, mereka baru dipekerjakan dan dibayar bila ada pesanan. Para pekerja tersebut tinggal mengerjakan contoh desain yang sudah dibuat. Namun untuk masalah pewarnaan, Itok sendiri yang turun tangan. Hal ini dilakukan untuk menjaga kualitas warna kain yang dihasilkan.

PESANAN RIBUAN LEMBAR

“Produk batik kami, sudah banyak dikenal orang. Mereka mencari produksi kami karena motif yang dihasilkan sangat halus, rapi dan warna yang awet,” terang Suyitno. Saat ini rata-rata jumlah pesanan 1.500 – 2.000 lembar kain per bulan, dengan harga sekitar Rp50.000 per lembar. Untuk ukuran batik tulis, harga ini lebih murah 20% dibanding batik lain yang sejenis. Pesanan yang diterima umumnya bukan hanya kain tapi juga pakaian dengan motif batik. Biasanya dipakai sebagai seragam harian atau event khusus perusahaan.

Pesanan pakaian dalam jumlah besar biasanya berasal dari dinas pemerintahan, perusahaan swasta atau partai politik. Sebagai tambahan, untuk pesanan di bawah 200 lembar, pengerjaannya bisa berkisar antara 1 minggu sampai 1 bulan. Awalnya, Suyitno yang pensiunan Dinas Pendidikan ini, berjualan secara door to door. Hingga pada suatu hari, ia mendapatkan pelatihan usaha di cabang BTPN dan kemudian tertarik mengambil pinjaman usaha dari BTPN untuk mengembangkan usahanya. Sebagai sarana promosi, Suyitno menjual batiknya secara online yang dilakukan bersama anaknya yang lain, Dian Fitriyah Setiawati.

Tidak mengherankan bila kemudian pesanan batiknya tidak hanya dari dalam negeri tapi juga dari negara lain. “Omzet usaha kini mencapai Rp30 juta per bulan” jelas Suyitno. Selain dijual secara online, Roemah D’batik juga membuka gerai di Thamrin City, Jakarta. Ia juga rajin mengikuti berbagai macam pameran tingkat nasional. Agar desain batik tulisnya semakin bagus, Suyitno beserta Itok dengan rutin berkunjung ke desa-desa di sekitar pulau Madura. Mereka mencari dan membeli batik tulis yang telah berusia puluhan tahun yang dimiliki penduduk setempat. Batik dari hasil pencarian tersebut ada yang dijual lagi dan ada yang dijadikan koleksi untuk menjadi inspirasi bagi Suyitno dan Itok dalam menciptakan sebuah motif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *